2
Upload, Share Your Dreams And Win with 5 cm.
Upload, Share Your Dreams And Win with 5 cm.
Dear Dreamers
Ada lomba foto untuk acara Gathering 5 cm , Sabtu 2 Juli 2011, jam 2 Siang di Gramedia Matraman. Ikutan yuk tinggal foto, upload dan tag
.
Berikut banner yang telah tersebar di seluruh toko buku Gramedia
Ketentuan lombanya
1.Upload Fotomu bersama novel 5 cm.
2.Tag ke Account Facebook Donny Dhirgantoro dan Grasindo Publisher
3. Ceritakan Impianmu yang terinpirasi novel 5 cm secara singkat pada caption foto.
4.Berlangsung mulai tanggal 10 – 25 Juni 2011.
Pemenang akan diumumkan saat Gathering Pembaca 5 cm, Sabtu 2 Juli 2011, jam 14.00 di Toko Buku Gramedia Matraman. Pemenang dari luar Jakarta hadiah akan dikirim.
Thanks and Regards
Donny Dhirgantoro
5 cm’s Backpack
Dear Dreamers,
5 cm’s Backpack
Satu lagi Merchandise 5 cm yang bisa kamu koleksi.
Backpack 5 cm ini sengaja dibuat dengan desain khusus, (semi carrier) sehingga bisa teman-temen pakai sehari hari atau apabila teman-teman tiba-tiba langsung ingin lari dari kepenatan dan bersantai menikmati keindahan Alam Indonesia
.
Pas untuk dimiliki sendiri atau hadiah untuk seseorang yang special
(klik di foto untuk gambar lebih jelas.)
Pre-Order mulai dibuka 8 Juli 2010, diproduksi hanya untuk yang memesan. Untuk cara pemesanan, silahkan klik link dibawah ini :
Thanks & Regards,
Donny Dhirgantoro
Butik Deidei
5 cm Manajemen
5 cm di Rinjani
5cm the Movie OPEN CASTING. NOW!
Dear Dreamers,…
Are You Addicted to 5 cm?…
And…
Are you brave enough to be a MOVIE STAR?…
Berani? Ikutan casting untuk peran Genta, Riani, Arial, Zafran, Ian dan Dinda? atau ada sahabat/ keluarga kamu yang menurut kamu pas banget untuk memerankan mereka?
Berikut syarat dan ketentuannya… gampang kok
Catatan Perjalanan Mahameru
Dear Dreamers,
Ini adalah catatan perjalanan dari sahabat 5cm, bernama Adhi Kurniawan seorang Mahasiswa STAN, yang baru saja mendaki Mahameru pada September 2009.
Adhi menamakan catatan perjalanannya, catatan seorang biasa. Bagi saya ini catatan perjalanan yang luar biasa. Terima kasih untuk Adhi yang telah berbagi pengalamannnya disini. Enjoy it… its Fantastic!
CATATAN PERJALANAN MAHAMERU BAGIAN I
Oleh : Adhi Kurniawan
MAHAMERU, KAMI DATANG!
Semeru, dengan puncaknya Mahameru 3676 m di atas permukaan laut, terletak di Malang dan Lumajang. Gunung tertinggi yang menjadi atap Pulau Jawa. Gunung yang menjadi impian bagi semua pendaki untuk bisa berdiri di puncaknya, Puncak Mahameru. Gunung yang konon katanya menurut kepercayaan Jawa Kuno, menjadi tempat bersemayam para dewa.
Keinginan mendaki Semeru ada sekitar tahun ke-2 aku menjadi anggota Pamitran Lelana Giri Jaga Bhumi, organisasi pecinta alam di SMA. Memasuki dunia kuliah, keinginan itu terlupakan. Pertengahan tingkat 1, aku pinjam buku dari seorang teman.,yupz.,”5cm” judulnya.,pasti udah banyak yang tahu.,buku luar biasa tentang persahabatan, petualangan, dan impian. Bahwa impian itu tidak berada jauh di atas langit sana.,tapi taruh 5cm di depan dahi.,agar kita bisa terus ingat dan terpacu untuk mewujudkan impian itu. Donny Dhirgantoro emang yoi! (mas qika dan dia yang hampir lembut hatinnya-nya mas qika jg.,he3)
Sejak membaca 5cm, tercatat 3 kali rencana pendakian ke Semeru gagal.
Catatan Perjalanan Mahameru Bagian II
Oleh : Adhi kurniawan
Mencapai Ranu Kumbolo Menggapai Kalimati
Lanjutan : Hari Kedua, Jumat 25 September 2009. Kami awali dengan menyiapkan sarapan, nasi putih, nugget, indomi, oats, teh panas. Kalori harus penuh karena perjalanan yang sesungguhnya baru akan dimulai. Beres-beres pondok, packing ulang, menyiapkan air, lalu sedikit peregangan. Lapor lagi ke basecamp. Jam 09.30 berangkat dari Basecamp Resor Ranupane, memanjatkan doa agar diberi kelancaran dan keselamatan. Ya, saatnya tangan bekerja lebih banyak dari biasanya.,dan kaki melangkah labih jauh dari biasanya.
Rute Ranupane-Ranu Kumbolo bisa ditempuh melalui 2 jalur, melalui Watu Rajeng selama 3 jam atau nge-track melalui Gunung Ayek-Ayek yang terjal namun waktu tempuh lebih singkat, antara 1,5-2 jam. Kami memilih jalur Watu Rajeng. Ladang penduduk yang didominasi bawang, kubis, dan beberapa sayuran lain menjadi pemandangan di sepanjang 30 menit awal. Memasuki batas hutan, pepohonan semakin rapat, jalan menyempit, dan mulai terjal. Jalur Watu Rajeng ini memutar melalui punggung bukit.
Dengan tas carrier seberat hampir 20-25 kg di punggung, langkah kaki terasa sangat berat. Kami jalan perlahan dan sering break, apalagi ada 3 perempuan dalam rombongan kami. Tiap kali memulai pendakian kita biasanya akan merasa berat karena tubuh masih butuh penyesuaian, tetapi setelah kita menemukan tempo, langkah akan lebih stabil. Pepohonan sepanjang jalur sangat lebat, harus sering menunduk, di beberapa tempat dedaunan membentuk kanopi gua, batang-batang pohon menjulur. Di tikungan sebelum naik ke pos Watu Rajeng, ada jembatan beton karena jurang cukup dalam dan posisi kemiringan labil. Mendekati pos jalur semakin terjal. Ketika sudah sampai di pos Watu Rajeng.,wow.,subhanallah.,jauh di selatan sana tampak garis putih yang memanjang.,yupz.,itu adalah garis pantai selatan Pulau Jawa.,tampak laut di kejauhan.
selengkapnya »
Catatan Perjalanan Mahameru Bagian III
Oleh : Adhi Kurniawan
PENGALAMAN SPIRITUAL DI KALIMATI, JURANG MAUT DI ARCOPODO
Lanjutan : Hari Ketiga, Sabtu 26 September 2009, jam 19.00
Dalam keadaan sangat lelah dan kedinginan, kami sampai di Kalimati. Kalimati adalah lapangan luas berpasir pada ketinggian 3210 mdpl tepat berlatar belakang Mahameru. Udara mulai tipis dengan temperatur rendah. Jam 19.00 kami sampai di sana, tanpa buang waktu langsung bagi tugas, mendirikan tenda dome dan menyiapkan makanan. Kami berpacu dengan waktu, pukul 23.30 kami harus bersiap lanjut ke Arcopodo.
selengkapnya »
Catatan Perjalanan Mahameru Bagian IV (Habis)
Oleh : Adhi Kurniawan
MAHAMERU, SUMMIT ATTACK !!!
Lanjutan : Hari Keempat, Minggu 27 September 2009, Arcopodo 02.30
Inilah saat di mana tekad mengeras menjadi batu. Kami arahkan senter ke atas, sebatas pandangan yang terlihat hanya pasir dan batu. Samasekali tidak terlihat siluet Puncak Mahameru, hanya tampak lereng terjal tak berujung. Kami saling menatap dalam kebisuan, melingkar, lalu berdoa. Doa terakhir sebelum kami memulai bertaruh dengan nasib. Aku tak sanggup lagi mengucapkan doa, aku hanya bisa memohon dalam hati, semoga pendakian ini lancar, kami diberi kemudahan, kekuatan .,dan.,keselamatan.
BISMILLAH.,kami mulai menapakkan kaki di pasir. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah.,pada langkah keempat.,sruuuttttt.,pasir longsor. Kami kembali ke langkah ke dua. Tiga puluh menit awal kejadian seperti ini terus berlanjut. Kami belum mencapai ketinggian yang berarti. Break sebentar, tetap dalam keadaan berdiri karena sudah tidak memungkinkan untuk break dalam keadaan duduk berdekatan. Saat mengecek persediaan air, ternyata kami melakukan kesalahan fatal. Dari 3 botol ukuran 1,5 L yang kami bawa dari Kalimati, hanya satu botol yang terisis penuh, sementara 2 botol lainnya hanya terisi kurang dari setengah. Air di botol kecil yang masing-masing kami bawa sudah menipis, pendakian di Arcopodo telah menguras air kami. Air tersisa kurang dari 3 L, untuk 5 orang. Puncak Mahameru masih jauh tak terlihat di atas sana, sedangkan persediaan air kami taruh di Kalimati.
Dalam keadaan mulai was-was, kami lanjut. Track semakin tak bersahabat. Jalur selebar kurang dari 1m. Persis di kiri kami ada jurang jalur lahar, di sebelah kanan batu-batu besar berserakan. Kami mulai kewalahan, sulit rasanya menjaga keseimbangan tubuh jika tangan memegang senter dan tongkat, tapi tak ada pilihan lain, senter dan tongkat mutlak diperlukan. Jalur pasir lereng Mahameru sangat labil, tiap kita maju tiga atau empat langkah, dua langkah kita merosot lagi. Sejak lahar dingin mengalir beberapa bulan lalu, track pasir menjadi jauh lebih sulit didaki. Ada peringatan : DILARANG MENGINJAK BATU. Memang, akan terasa lebih mantap jika kita jadikan batu-batu menjadi pijakan. Namun, begitu batu itu longsor, nyawa orang yang berada di belakang kita yang menjadi taruhannya. Batu sebesar melon kecil, jika menggelinding dari kemiringan securam ini, kecepatan putarannya minimal dapat membuat patah kaki atau tangan (jika kena kaki atau tangan.,kalau kena kepala? merinding kami membayangkan).
Jam 04.00 langit mulai terang sedikit demi sedikit. Ada garis samar kemerahan di ufuk timur, awan putih segaris di atasnya, dibatasi lereng Mahameru yang masih gelap. Subhanallah….












