<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>5cm Legacy</title>
	<atom:link href="http://5cm-legacy.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://5cm-legacy.com/blog</link>
	<description>Situs Resmi Donny Dhirgantoro</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Jan 2010 09:54:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='5cm-legacy.com' port='80' path='/blog/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>5cm the Movie OPEN CASTING. NOW!</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2010/01/5cm-the-movie-open-casting-now/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2010/01/5cm-the-movie-open-casting-now/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 08:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 cm the movie]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm]]></category>
		<category><![CDATA[arial]]></category>
		<category><![CDATA[casting]]></category>
		<category><![CDATA[dinda]]></category>
		<category><![CDATA[donny dhirgantoro]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[genta]]></category>
		<category><![CDATA[ian]]></category>
		<category><![CDATA[mahameru]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[open]]></category>
		<category><![CDATA[riani]]></category>
		<category><![CDATA[zafran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[
Dear Dreamers,&#8230;

Are You Addicted to 5 cm?&#8230;
And&#8230; 
Are you brave enough to be a MOVIE STAR?&#8230;

Berani? Ikutan casting untuk peran Genta, Riani, Arial, Zafran, Ian dan Dinda? atau ada sahabat/ keluarga kamu yang menurut kamu pas banget untuk memerankan mereka?
Berikut syarat dan ketentuannya&#8230; gampang kok  

Syarat dan ketentuan :


Remaja, Pria/ Wanita (15 – 25 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/5-cm-teaser-poster-3.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-312" title="5 cm teaser poster 3" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/5-cm-teaser-poster-3-734x1024.jpg" alt="" width="502" height="677" /></a></p>
<p>Dear Dreamers,&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Are You Addicted to 5 cm?&#8230;</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>And&#8230; </em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Are you brave enough to be a MOVIE STAR?&#8230;</em></strong></p>
</blockquote>
<p>Berani? Ikutan <em>casting </em>untuk peran Genta, Riani, Arial, Zafran, Ian dan Dinda? atau ada sahabat/ keluarga kamu yang menurut kamu pas <em>banget </em>untuk memerankan mereka?</p>
<p>Berikut syarat dan ketentuannya&#8230; gampang kok <img src='http://5cm-legacy.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-314"></span></p>
<p>Syarat dan ketentuan :</p>
<ul>
<blockquote>
<li>Remaja, Pria/ Wanita (15 – 25 tahun)</li>
<li>Berpenampilan Menarik</li>
<li>Berpenampilan selaiknya peran Genta, Riani, Arial, Zafran, Ian dan Dinda,  dalam novel 5 cm.</li>
<li><span style="text-decoration: underline;">Kirimkan 2 foto ukuran postcard dalam bentuk file JPEG ( tidak lebih dari 750 kb/foto)</span> 1 Foto Close up, 1 Foto seluruh badan</li>
<li>Pada Judul File foto  ditulis nama  dan nama peran.Contoh : <em>Adhi Wahyu Pribadi Untuk Ian/ Maya Lestari Untuk Riani</em>.</li>
<li>Kirim juga  file biodata kamu dalam format <span style="text-decoration: underline;">Microsoft Word</span> yang berisi</li>
</blockquote>
</ul>
<p>Nama :<br />
Email :<br />
Tempat/ Tgl Lahir :<br />
Alamat :<br />
Tinggi :<br />
Berat :<br />
Peran : Genta/ Riani/ Arial/Zafran/Ian/Dinda ( Pilih salah satu)<br />
No telepon  yang bisa dihubungi :</p>
<p>Kirim ke <a href="mailto:5cm.casting@gmail.com">5cm.casting@gmail.com</a></p>
<p>Gampang kan?</p>
<p>Hanya Teman-teman  yang masuk kualifikasi yang akan dihubungi untuk mengikuti tahapan <em>casting </em>selanjutnya.</p>
<p>Sementara <em>Casting</em> ditutup 28 February 2010, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.</p>
<p>Thanks,</p>
<p>Regards,</p>
<p>Donny Dhirgantoro</p>
<p>dreams.faith.fight</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2010/01/5cm-the-movie-open-casting-now/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2010/01/5cm-the-movie-open-casting-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Mahameru</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-i/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 06:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[5cm Legacy]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm legacy]]></category>
		<category><![CDATA[5cm the movie]]></category>
		<category><![CDATA[adhi kurniawan]]></category>
		<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[donny dhirgantoro]]></category>
		<category><![CDATA[mahameru]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[stan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[
Dear Dreamers,
Ini adalah catatan perjalanan dari sahabat 5cm, bernama Adhi Kurniawan seorang Mahasiswa STAN, yang baru saja mendaki Mahameru pada September 2009.
Adhi menamakan catatan perjalanannya, catatan seorang biasa. Bagi saya ini catatan perjalanan yang  luar biasa. Terima kasih untuk Adhi yang telah berbagi pengalamannnya disini. Enjoy it&#8230; its Fantastic!
CATATAN PERJALANAN MAHAMERU BAGIAN I
Oleh : Adhi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1121885007495_1238178168_282460_4673407_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-281" title="7132_1121885007495_1238178168_282460_4673407_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1121885007495_1238178168_282460_4673407_n.jpg" alt="" width="529" height="531" /></a></p></blockquote>
<p><em>Dear Dreamers,</em></p>
<p><em>Ini adalah catatan perjalanan dari sahabat 5cm, bernama<span style="color: #ff0000;"> </span><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="color: #ff0000;"><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1238178168">Adhi Kurniawan</a></span></span></strong> </span>seorang Mahasiswa STAN, yang baru saja mendaki Mahameru pada September 2009.</em></p>
<p><em>Adhi menamakan catatan perjalanannya, catatan seorang biasa. Bagi saya ini catatan perjalanan yang  luar biasa. Terima kasih untuk Adhi yang telah berbagi pengalamannnya disini. </em><em>Enjoy it&#8230; its Fantastic!</em></p>
<p><strong>CATATAN PERJALANAN MAHAMERU BAGIAN I</strong></p>
<p>Oleh : Adhi Kurniawan</p>
<p>MAHAMERU, KAMI DATANG!</p>
<p>Semeru, dengan puncaknya Mahameru 3676 m di atas permukaan laut, terletak di Malang dan Lumajang. Gunung tertinggi yang menjadi atap Pulau Jawa. Gunung yang menjadi impian bagi semua pendaki untuk bisa berdiri di puncaknya, Puncak Mahameru. Gunung yang konon katanya menurut kepercayaan Jawa Kuno, menjadi tempat bersemayam para dewa.</p>
<p>Keinginan mendaki Semeru ada sekitar tahun ke-2 aku menjadi anggota Pamitran Lelana Giri Jaga Bhumi, organisasi pecinta alam di SMA. Memasuki dunia kuliah, keinginan itu terlupakan. Pertengahan tingkat 1, aku pinjam buku dari seorang teman.,yupz.,”5cm” judulnya.,pasti udah banyak yang tahu.,buku luar biasa tentang persahabatan, petualangan, dan impian. Bahwa impian itu tidak berada jauh di atas langit sana.,tapi taruh 5cm di depan dahi.,agar kita bisa terus ingat dan terpacu untuk mewujudkan impian itu. Donny Dhirgantoro emang yoi! (mas qika dan dia yang hampir lembut hatinnya-nya mas qika jg.,he3)</p>
<p>Sejak membaca 5cm, tercatat 3 kali rencana pendakian ke Semeru gagal.</p>
<p><span id="more-280"></span></p>
<p>Terhambat masalah status siaga Semeru,persiapan teknis, maupun jumlah personil. Liburan Idul Fitri kemarin merupakan rencana ke 4 kalinya. Semua sudah fixed, kami berencana berangkat 6 orang. Namun, 2 minggu menjelang keberangkatan, 4 orang teman kami menyatakan berhalangan. Tinggal 2 orang tersisa. Aku dan Destiko. Berat juga, tetapi kami memutuskan untuk lanjut. Bukan bermaksud nekad atau sok berani,tetapi demi sebuah tekad dan niat dari awal, bahwa Semeru harus kami daki. Untuk menemukan pengalaman menakjubkan di atas sana. Satu lagi. Sebagai bukti eksistensi PLG Jaga Bhumi.,keluarga yang mengajarkan kami tentang solidaritas, kerja keras, loyalitas, dan rasa cinta kepada alam. Kami mendengar bahwa Jaga Bhumi akan divakumkan oleh pihak sekolah. Sebagai bukti bahwa Jaga Bhumi tidak akan pernah mati, selama bumi masih perlu kita jaga.</p>
<p>Hari Pertama<br />
Kamis, 24 September 2009. Awal perjalanan kami. Berangkat dari Ambarawa jam 18.30, diantar Icang, Icha, Meytha. Sunggguh, sebuah kebersamaan yang memberi semangat tersendiri. Sampai di Poncol jam 20.00, beli tiket KA Matarmaja 28rb, dapat tiket berdiri.,gak masalah.,yang penting sampai Malang. Karena kereta baru berangkat jam 01.00, kami memutuskan untuk keliling Semarang dulu.,foto2 di Simpanglima dan Lawangsewu.,</p>
<p>Matarmaja (singkatan Malang-Blitar-Madiun-Jakarta) tiba di Poncol jam 01.00.,wow.,penuh berjubel!! Sama sekali tidak ada tempat di dalam gerbong. Apalagi tas carrier kami besar. Kami semula mengira penumpang ke arah Malang tidak begitu padat karena seharusnya arus balik menuju Jakarta. Kami akhirnya berdiri di depan toilet.,tepat di samping pintu gerbong.,berbahaya.,tapi tidak ada pilihan lain. Semarang-Malang kami tempuh dalam keadaan seperti itu.</p>
<p>Hari Kedua<br />
Jumat, 25 September 2009. Kereta berhenti sebentar di Jebres, Solo lalu lanjut lagi sampai di Madiun sekitar jam 05.00, lanjut ke Blitar, sampai di Stasiun Malang jam 11.30. Lelah, panas, lapar. Kami ‑­<br />
memutuskan untuk langsung ke Terminal Arjosari (naik angkot AMG, 2500) lalu lanjut ke Terminal Tumpang (angkot TA, 7rb). Tumpang adalah checkpoint awal sebelum naik ke Ranupane. Kami solat Jumat di mesjid Tumpang, sekaligus memohon kemudahan, kelancaran, dan keselamatan dalam pendakian. Lalu makan siang sebentar (2 mangkok soto+2 teh manis+4 mangkok es buah hanya seharga 18rb.,wuihhhh.,mak nyuz!). Jam 14.00 kami berangkat ke Ranupane naik jip yang berisi 16 orang.,di jip inilah kami bertemu rekan seperjuangan yang selanjutnya menjadi satu tim (Angga, Herman, Tono).</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1121894407730_1238178168_282477_1407853_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-283" title="7132_1121894407730_1238178168_282477_1407853_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1121894407730_1238178168_282477_1407853_n.jpg" alt="" width="461" height="346" /></a></p>
<p>Kami berhenti di posko Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk mengurus perizinan. Di sana kami juga harus menandatangani surat pernyataan bermaterai yang isinya pendakian hanya diizinkan sampai Kalimati dan apabila melanjutkan ke Arcopodo dan Puncak Mahameru, pihak TNBTS tidak menanggung resiko apabila terjadi kecelakaan. Bagaimanapun, resiko pasti ada dan harus dihadapi. Kami kembali meluruskan niat dan membulatkan tekad.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1126175194747_1238178168_292049_2955001_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-284" title="7132_1126175194747_1238178168_292049_2955001_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1126175194747_1238178168_292049_2955001_n.jpg" alt="" width="453" height="604" /></a></p>
<p>Kami sampai di Ranupani jam 17.00, mengurus surat perizinan (lagi). Perizinan di Semeru memang cukup ketat dan biayanya juga lumayan mahal dibandingkan dengan gunung lain. Dibandingkan dengan gunung-gunung lain yang pernah aku daki, basecamp Semeru adalah yang terbaik, baik dari fasilitas maupun kelengkapan lain. Ada parabola, pemancar radio, PC, bahkan layar monitor plasma LCD 22 inch. Mantap!! Jadi malam sebelum tidur, ada teman kami yang sempat nonton bioskop TransTV. Di gunung. Yeah. Wajar, karena Semeru masuk dalam TNBTS. Jadi ada anggaran dana untuk menyokong.<br />
Evaluasi bagi gunung-gunung di Jawa Tengah (Ungaran, Merbabu, Merapi, Lawu, Sindoro, Sumbing, Slamet) seharusnya lebih memperketat perizinan dan regulasi agar konservasi di gunung bisa terjaga.</p>
<p>Untuk perizinan, hampir mencapai 20rb. Awalnya kami berlima berniat langsung memulai pendakian malam itu juga hingga ke Ranu Kumbolo. Tapi petugas menyarankan agar pendakian ditunda, karena medan di malam hari kurang bersahabat, jalur pendakian sulit dikenali dan cuaca juga sangat dingin. Kami patuh. Lalu kami mencari lokasi bermalam. Dapat tempat di pondok pendaki di tepi Ranu Regulo. Ranu Regulo adalah danau persis di samping danau Ranupane.</p>
<p>Di pondok kami menggelar matras, menyiapkan SB dan baju hangat, serta memasak ala kadarnya. Sariwangi + susu bendera + coklat batangan. Cukup menghangatkanar dan memberi energi secukupnya. Kami pun berangkat tidur sekitar pukul 20.00. Aku memakai kaos dobel dan jaket dobel, kaos kaki, sarung tangan, balaclava, masker. Awalnya dinginnya terasa wajar (kami lihat suhu terakhir di basecamp adalah 17 drajat C). Namun, semakin malam dingin semakin tak wajar. Secara tak sadar aku menggigil keras. Sukar ditahan. Saat itu sekitar jam 02.00. Benar-benar dingin. Aku mencoba tidur lagi, terbangun jam 04.00. Saat itu dingin benar-benar tak tertahankan lagi. Aku memilih tidak tidur lagi, karena lebih baik menahan dingin dalam keadaan terjaga daripada dalam keadaan tertidur.<br />
<a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1126175154746_1238178168_292048_4493607_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-286" title="7132_1126175154746_1238178168_292048_4493607_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1126175154746_1238178168_292048_4493607_n.jpg" alt="" width="462" height="346" /></a><br />
Jam 05.00 langit mulai terang. Ketika kami keluar, ada kristal-kristal es yang menempel di dedaunan. Di permukaan Ranu Regulo, uap menguar dari permukaan danau seperti asap. Brrrr.,bisa dibayangkan betapa dingin udara saat itu. Jam 06.30 saat mengecek ke posko pendakian, suhunya 9 drajat C. Berarti suhu semalam bisa mencapai 4 drajat C, atau mungkin di bawah itu.</p>
<p>Aku jadi berpikir.,mungkin ini adalah ucapan selamat datang dari Semeru.,sekaligus tantangan.,”apakah kau akan terus berjuang demi mimpi dan tekadmu, anak muda?”.,memastikan bahwa kami siap untuk petualangan-petualangan selanjutnya.,dan aku jawab dalam hati.,”YA.,demi sebuah mimpi, harapan, dan hati”</p>
<p><strong><em><a href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-ii/"><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #ff0000;">(bersambung : Kaki yang Melangkah Lebih Jauh, Tangan yang Berbuat Lebih Banyak, Mencapai Ranu Kumbolo, Menggapai Kalimati)</span></span></a></em></strong></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-i/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Mahameru Bagian II</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-ii/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 05:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[5cm Legacy]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm legacy]]></category>
		<category><![CDATA[adhi kurniawan]]></category>
		<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[donny dhirgantoro]]></category>
		<category><![CDATA[mahameru]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Adhi kurniawan
Mencapai Ranu Kumbolo Menggapai Kalimati

Lanjutan : Hari Kedua, Jumat 25 September 2009. Kami awali dengan menyiapkan sarapan, nasi putih, nugget, indomi, oats, teh panas. Kalori harus penuh karena perjalanan yang sesungguhnya baru akan dimulai. Beres-beres pondok, packing ulang, menyiapkan air, lalu sedikit peregangan. Lapor lagi ke basecamp. Jam 09.30 berangkat dari Basecamp [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Adhi kurniawan</p>
<p>Mencapai Ranu Kumbolo Menggapai Kalimati</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1126142913940_1238178168_291871_7612208_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-271" title="7132_1126142913940_1238178168_291871_7612208_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1126142913940_1238178168_291871_7612208_n.jpg" alt="" width="460" height="345" /></a></p>
<p>Lanjutan : Hari Kedua, Jumat 25 September 2009. Kami awali dengan menyiapkan sarapan, nasi putih, nugget, indomi, oats, teh panas. Kalori harus penuh karena perjalanan yang sesungguhnya baru akan dimulai. Beres-beres pondok, packing ulang, menyiapkan air, lalu sedikit peregangan. Lapor lagi ke basecamp. Jam 09.30 berangkat dari Basecamp Resor Ranupane, memanjatkan doa agar diberi kelancaran dan keselamatan. Ya, saatnya tangan bekerja lebih banyak dari biasanya.,dan kaki melangkah labih jauh dari biasanya.</p>
<p>Rute Ranupane-Ranu Kumbolo bisa ditempuh melalui 2 jalur, melalui Watu Rajeng selama 3 jam atau nge-track melalui Gunung Ayek-Ayek yang terjal namun waktu tempuh lebih singkat, antara 1,5-2 jam. Kami memilih jalur Watu Rajeng. Ladang penduduk yang didominasi bawang, kubis, dan beberapa sayuran lain menjadi pemandangan di sepanjang 30 menit awal. Memasuki batas hutan, pepohonan semakin rapat, jalan menyempit, dan mulai terjal. Jalur Watu Rajeng ini memutar melalui punggung bukit.</p>
<p>Dengan tas carrier seberat hampir 20-25 kg di punggung, langkah kaki terasa sangat berat. Kami jalan perlahan dan sering break, apalagi ada 3 perempuan dalam rombongan kami. Tiap kali memulai pendakian kita biasanya akan merasa berat karena tubuh masih butuh penyesuaian, tetapi setelah kita menemukan tempo, langkah akan lebih stabil. Pepohonan sepanjang jalur sangat lebat, harus sering menunduk, di beberapa tempat dedaunan membentuk kanopi gua, batang-batang pohon menjulur. Di tikungan sebelum naik ke pos Watu Rajeng, ada jembatan beton karena jurang cukup dalam dan posisi kemiringan labil. Mendekati pos jalur semakin terjal. Ketika sudah sampai di pos Watu Rajeng.,wow.,subhanallah.,jauh di selatan sana tampak garis putih yang memanjang.,yupz.,itu adalah garis pantai selatan Pulau Jawa.,tampak laut di kejauhan.<br />
<span id="more-269"></span></p>
<p>Di pos Watu Rajeng kami bertemu rombongan bule (gak tau dari negara mana) yang mau turun.,ada juga 3 orang penduduk lokal yang menjadi porter.,mereka membawa perlengkapan milik bule yang mau mendaki.,dengan tas yang begitu besar, pastinya sangat berat.,mereka hanya dibayar 75rb per hari. Sungguh tidak sebanding dengan resiko yang dihadapi dan kerja keras mereka. Tas yang mereka bawa bukanlah tas carrier standar,.tapi hanya semacam travel bag dipanggul. Mereka juga tidak dilengkapi dengan peralatan standar. Sungguh ironis. Bagaimanapun, mereka adalah orang-orang yang luar biasa!!!!</p>
<p>Lanjut dari pos Watu Rajeng, jam 12.00, track yang sangat terjal dengan pepohonan rimbun. Kata pendaki yang kami temui, Ranu Kumbolo sudah dekat, di balik bukit itu. Di tengah jalan,kami didahului 3 orang porter tadi.,sempat ngobrol sedikit.,lalu mereka segera bergegas dengan langkah cepat sambil bernyanyi lagu Tul Jaenak keras-keras. Kami ingat betul.,mereka tampak ceria dan samasekali tidak mengeluh.,padahal beban yang mereka pasti luar biasa berat.,travel bag sangat tidak nyaman dibawa dan tidak ada backsystem untuk mengurangi beban seperti halnya tas carrier pendaki. Salut untuk mereka!</p>
<p>Satu setengah jam kami berjalan, tidak tampak tanda-tanda kami mendekati Ranu Kumbolo.,kami sudah sangat lelah.,mulai bosan juga dengan track memutar dan pepohonan yang rapat. Menjelang jam 14.00 jalur terasa semakin landai.,lalu.,tak lama kemudian.,tampak datar kebiruan jauh di bawah di depan kami.,kami mempercepat langkah.,lalu.,SUBHANALLAH.,tampak Ranu Kumbolo persis di lembah di depan kami.,dengan air bening tampak hijau kebiruan dari jauh.,kami bergegas turun ke danau.,jam 14.15 kami tiba di tepian Ranu Kumbolo.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122431861166_1238178168_283477_8053570_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-272" title="7132_1122431861166_1238178168_283477_8053570_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122431861166_1238178168_283477_8053570_n.jpg" alt="" width="460" height="345" /></a></p>
<p>Ranu Kumbolo adalah danau yang terletak di lembah dikelilingi bukit-bukit curam.,seperti mangkuk raksasa dengan air menggenang di dasarnya.,rumpun pohon-pohon cemara berderet di sekelilingnya.,rumput menghampar menutupi lereng-lereng bukit.,ada beberapa rumpun edelweiss di sepanjang jalur ke bawah.,kalo masih ingat iklan Marlboro yang ada koboi-koboi sedang berkuda di tepian danau.,nah.,hampir mirip seperti itu. Air Ranu Kumbolo sangat sejuk.,bening.,menjadi sumber kehidupan. Banyak pendaki yang menyebut Ranu Kumbolo sebagai surganya Semeru.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122431901167_1238178168_283478_5490691_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-273" title="7132_1122431901167_1238178168_283478_5490691_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122431901167_1238178168_283478_5490691_n.jpg" alt="" width="460" height="346" /></a></p>
<p>Angin bertiup sepoi.,cukup dingin juga. Air danau bergelombang lembut.,memecah di tepiannya. Sejenak aku mencelupkan kaki ke danau&#8230;bermain air..dan sungguh&#8230;ada kedamaian di sana.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122434981244_1238178168_283484_2862984_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-274" title="7132_1122434981244_1238178168_283484_2862984_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122434981244_1238178168_283484_2862984_n.jpg" alt="" width="460" height="345" /></a></p>
<p>Di Ranu Kumbolo break lumayan lama.,masak indomi, nasi, bakso, sosis, kopi.,kalori yang terbakar banyak.,jadi butuh banyak asupan juga untuk menggantinya. Habis makan kami bersantai.,sekedar melemaskan otot dan menghimpun tenaga.,mengisi penuh jerigen dan botol air.,lalu packing ulang dan bersiap melanjutkan perjalanan. Di Ranu Kumbolo, kami berlima berpisah jalan dengan rombongan besar yang berniat menginap dan baru lanjut besoknya. Logistik kami hanya cukup untuk 4 hari, jadi mau tidak mau kami harus lanjut hari itu juga.</p>
<p>Mulai melangkah jam 15.30, kami langsung dihadapkan pada Tanjakan Cinta.,tanjakan terjal untuk mencapai bukit keluar dari lembah Ranu Kumbolo.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122445341503_1238178168_283523_3702816_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-276" title="7132_1122445341503_1238178168_283523_3702816_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122445341503_1238178168_283523_3702816_n.jpg" alt="" width="462" height="346" /></a></p>
<p>Ada mitos dan banyak pendaki yang percaya bahwa jika kita mampu mendaki Tanjakan Cinta tanpa berhenti dan tidak menoleh ke belakang sambil terus memikirkan orang yang kita cintai.,maka hubungan cinta kita dengan orang tersebut akan langgeng dan terus bertahan.,hmm.,aku pribadi sih kurang begitu percaya.,karena cinta tidak hanya tentang mendaki tanjakan atau memikirkan orang yang kita cintai saja.,itu hanya sekedar kiasan.,cinta adalah perjuangan hati tanpa henti dan ikhlas.,untuk tetap istiqomah pada orang yang kita cintai hingga tiba saatnya nanti.,(he3.,kami sebut mereka wanita wanita-yang-lembut-hatinya).</p>
<p>Dua orang teman kami tampak kesetanan mendaki Tanjakan Cinta.,wew.,hebat bener.,satu orang sampai di atas langsung berhenti.,memandang puas ke bawah.,woyy.,gue berhasil.,satu orang lainnya terus berjalan melewati orang pertama dan baru berhenti di ujung tanjakan di puncak bukit.,ternyata ujung Tanjakan Cinta adalah tempat orang kedua berhenti.,jadi.,yah.,si orang pertama gagal dah mendaki Tanjakan Cinta.,padahal dia udah yakin bener tu kalo berhasil.,he3.,Tanjakan Setengah Cinta dong cuy.,atau Tanjakan Ninggal Janji? (muncul jargon.,si An**a.,berjuang.,demi cinta.,cukup Alpeliebe az kali.,N**a.,ha5)</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122435021245_1238178168_283485_6876250_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-275" title="7132_1122435021245_1238178168_283485_6876250_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122435021245_1238178168_283485_6876250_n.jpg" alt="" width="460" height="343" /></a></p>
<p>Dari puncak Tanjakan Cinta.,seluas mata memandang tampak hamparan sabana Oro-Oro Ombo.,lembah yang dikelilingi bukit.,seluruh permukaan lembah ditutupi ilalang setinggi perut.,ada jalan setapak membelah sabana tersebut.,lagi-lagi.,SUBHANALLAH.,Semeru tak pernah berhenti memberi kejutan-kejutan luar biasa bagi mereka yang berbuat lebih banyak dan melangkah lebih jauh. Tingal nambahin singa, ceetah, rusa-rusa liar, maka akan mirip sabana di Safari Afrika.,he3.,menyebrangi Oro-Oro Ombo ada dua jalur.,memutar ke kiri melalui lereng bukit yang mengitari sabana tersebut.,atau turun mengikuti jalur setapak yang membelah Oro-Oro Ombo. Hmm.,sungguh menyenangkan berlarian menyebrangi sabana ini.,ada sensasi yang lain. Rumpun cemara rimbun mengelompok di salah satu lereng.,tampak dramatis seperti pemandangan di kalender-kalender.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122445581509_1238178168_283525_2745813_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-277" title="7132_1122445581509_1238178168_283525_2745813_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122445581509_1238178168_283525_2745813_n.jpg" alt="" width="460" height="345" /></a></p>
<p>Hampir 1 jam kami menyebrangi Oro-Oro Ombo.,sampailah kami di tepi hutan cemara yang sebagian tumbang diterjang lahar ketika Semeru meletus dulu.,hutan cemara inilah yang disebut Cemoro Kandang.,di hutan inilah dalam novel 5 cm diceritakan Genta pernah tersesat sehari semalam.,memang.,jalur yang ada tampak sama ke semua arah.,sukar untuk dikenali.,hanya berupa pasir dengan bekas jejak kaki.,apalagi kami sampai di sana sudah mulai gelap.,sekitar jam 17.00.,kami istirahat sejenak..,merapatkan interval barisan.,lalu meneruskan perjalanan dengan sering-sering mengecek kelengkapan personil.,jangan pernah melamun atau berjalan dengan interval lebih dari 5 m dalam medan seperti ini.,pohon cemara yang ada sudah cukup berumur.,tampak tinggi-tinggi.,menghitam bekas terbakar lahar di beberapa bagian.,sedikit seram juga.,tapi.,pikiran harus tetap positif.,bahwa kami semua ada dalam pengawasan dan perlindungan ALLAH.,</p>
<p>Jam 18.00.,sisa-sisa cahaya senja mulai habis.,kami sampai di lapangan rumput terbuka dengan edelweiss di tepiannya.,ketika memandang ke depan.,tampak Mahameru di kejauhan berdiri penuh wibawa.,lereng-lereng berpasirnya.,cemara-cemara raksasa berjajar selapis tepat di pangkal kerucutnya.,langit senja yang setengah gelap.,SUBHANALLAH.,Engkau beri kami kesempatan mengagumi ciptaan-Mu ya ALLAH.,aku sendiri benar-benar speechless memandang Mahameru kali pertama sedekat ini.,benar-benar luar biasa.,aku berhenti sejenak.,bersyukur dalam hati.,sudah sampai sejauh ini.,</p>
<p>Teman-teman mengingatkan.,agar segera bergegas karena Kalimati masih lumayan jauh.,setengah jam perjalanan lagi.,karena sudah gelap.,kami mengeluarkan senter.,trekkkk.,menyalakan senter lalu melanjutkan perjalanan dengan interval sangat rapat menerobos pepohonan rimbun menuju Kalimati. Terus dan terus berjalan.,akhirnya jam 19.00 kami sampai di Kalimati.</p>
<p>Kalimati adalah lapangan luas berpasir dengan rumpun edelweiss di sana-sini.,dipagari cemara di sepanjang ujung-ujungnya.,berlatar Mahameru.,kami memutuskan membuka tenda di sini.,sebelum melanjutkan perjuangan ke Arcopodo beberapa jam kemudian.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iii/"><strong><em><span style="color: #ff0000;">(Bersambung-Pengalaman Spiritual di Kalimati, Jurang Maut di Arcopodo)</span></em></strong></a></p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1124596475280_1238178168_288156_940666_s.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-278" title="7132_1124596475280_1238178168_288156_940666_s" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1124596475280_1238178168_288156_940666_s.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-ii/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Mahameru      Bagian III</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iii/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 05:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[5cm Legacy]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm legacy]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm the movie]]></category>
		<category><![CDATA[adhi kurniawan]]></category>
		<category><![CDATA[catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[donny dhirgantoro]]></category>
		<category><![CDATA[mahameru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Adhi Kurniawan

PENGALAMAN SPIRITUAL DI KALIMATI, JURANG MAUT DI ARCOPODO
Lanjutan : Hari Ketiga, Sabtu 26 September 2009, jam 19.00
Dalam keadaan sangat lelah dan kedinginan, kami sampai di Kalimati. Kalimati adalah lapangan luas berpasir pada ketinggian 3210 mdpl tepat berlatar belakang Mahameru. Udara mulai tipis dengan temperatur rendah. Jam 19.00 kami sampai di sana, tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Adhi Kurniawan</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122445661511_1238178168_283526_1576378_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-263" title="7132_1122445661511_1238178168_283526_1576378_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1122445661511_1238178168_283526_1576378_n.jpg" alt="" width="460" height="346" /></a></p>
<p>PENGALAMAN SPIRITUAL DI KALIMATI, JURANG MAUT DI ARCOPODO</p>
<p>Lanjutan : Hari Ketiga, Sabtu 26 September 2009, jam 19.00</p>
<p>Dalam keadaan sangat lelah dan kedinginan, kami sampai di Kalimati. Kalimati adalah lapangan luas berpasir pada ketinggian 3210 mdpl tepat berlatar belakang Mahameru. Udara mulai tipis dengan temperatur rendah. Jam 19.00 kami sampai di sana, tanpa buang waktu langsung bagi tugas, mendirikan tenda dome dan menyiapkan makanan. Kami berpacu dengan waktu, pukul 23.30 kami harus bersiap lanjut ke Arcopodo.<br />
<span id="more-260"></span></p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1124290427629_1238178168_287239_140723_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-266" title="7132_1124290427629_1238178168_287239_140723_n" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/7132_1124290427629_1238178168_287239_140723_n.jpg" alt="" width="460" height="343" /></a></p>
<p>Lima carrier besar kami bongkar, logistik dan perlengkapan pendakian kami keluarkan, sebagian memasak indomie, sosis, bakso, teh panas, sebagian berjibaku memasang tenda, angin kadang bertiup kencang jadi agak susah mendirikan tenda. Jam 19.30 makanan dan tenda siap, segera kami hajar makan malam terakhir sebelum pendakian terberat dan tidur berhimpitan di dalam tenda. Tenda kami sebetulnya berkapasitas 4 orang, tetapi saat itu kami pakai berlima, plus tas-tas carrier kami. Kami sengaja membuat tenda menjadi penuh berdesakan agar udara dingin dari luar terhambat masuk dan panas tubuh kami tersekat tetap di dalam tenda.</p>
<p>Meskipun udara tipis dengan temperatur rendah dan angin dingin terus bertiup, langit malam itu sangat cerah, samasekali tidak tertutup awan. Cahaya bulan kekuningan sangat terang, pantulannya sampai ke tanah.,dan bintang-bintangnya.,SUBHANALLAH.,ribuan bertaburan di langit membentuk gugusan yang luar biasa indah.,sejauh mata memandang ke langit.,bintang memenuhi ke mana pandangan kita tertuju.,jadi ingat lagu Mahadewi (PADI).,</p>
<p>“hamparan langit mahasempurna.,bertahta bintang-bintang angkasa., ….. alam raya pun semua tersenyum.,tertunduk dan memuja hadirnya…”</p>
<p>Di Kalimati inilah aku merasakan getaran yang luar biasa.,aku taruh matras di luar tenda.,sengaja aku tempatkan agak ke tengah lapangan.,angin semakin dingin menusuk.,biarlah.,aku ingin merasakannya sekarang.,aku bertayamum dengan pasir Kalimati.,aku hadapkan matras ke kiblat.,aku siapkan hati untuk menghadap-NYA.,DIA.,DZAT YANG MAHA SEMPURNA.,aku jamak solat magrib dan isya.,ALLAHU AKBAR.,bertakbir terbata kubaca bacaan solat sambil menahan dingin yang semakin menusuk.,tubuh menggigil.,di atas pasir Kalimati aku bersujud.,di bawah langit Kalimati aku bersimpuh.,bintang-bintang di langit terasa sangat dekat dengan kepala.,titik-titik terang.,entah bagaimana saat itu aku menyadari.,bahwa aku masih jauh dari ALLAH.,bahkan terlalu jauh dari-NYA.,belum bisa mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepadaku.,saat itu aku ingin menangis.,tapi hati ini ternyata keras membatu.,mengeras karena terlalu banyak dosa dan kesalahan.,tapi bagaimana pun.,aku bersyukur atas momentum di Kalimati itu.,kadang setelah mengalami hal-hal tertentu.,kita berharap dapat menjadi seseorang yang lebih baik dari diri kita sebelumnya.,berbeda dengan diri kita sebelumnya.,yah.,semoga hal itu juga bisa terjadi pada diriku.,hhmmm.,Kalimati.,di sinilah kutemukan hal itu.,</p>
<p>Kembali ke topik utama.,he3.,jam 20.15 kami minum teh tawar panas dari si Ax.,rasanya aneh.,seperti bukan teh., “Lhoh.,ini teh apaan.,kok kaya gini rasanya”., “Udah.,minum az.,itu buat memperlancar peredaran darah tau” jawab si Ax penuh kepercayaan., (wueee? Yakin loe, Ngga? Ha5.,kami setengah geli tapi ya percaya saja lah.,tetap kami minum ramuan aneh itu). Setelah itu kami memaksakan untuk segera tidur, tidak terlalu lama yang penting lelap. Kami tempelkan potongan koyo salonpas di kedua telapak kaki untuk memperlancar peredaran darah (nah kalo yang ini kami percaya!he3) dan di hidung agar udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu dingin. Sekitar 3 jam kami tidur.,jam 23.30 kami bangun.,makan roti ala kadarnya karena tidak ada waktu lagi untuk memasak. Kami packing ulang menggunakan daypack. Terlalu berbahaya jika mendaki lereng berpasir Mahameru menggunakan tas carrier. Kami bawa 4,5 liter air dan makanan secukupnya. Plus masing-masing bawa 1 botol kecil air. Kami mulai mengenakan perlengkapan pendakian lengkap. Aku sendiri mengenakan 2 lapis kaos, 2 lapis jaket, 2 lapis kaos kaki, sepatu, gaiter, balaclava, masker, kacamata hitam, dan tongkat. Udara sangat dingin, harus mengenakan baju berlapis. Gaiter untuk mengurangi pasir dan kerikil yang masuk ke sepatu, masker untuk melindungi dari debu serta antisipasi jika gas belerang bertiup ke arah lereng pendakian, dan kacamata untuk melindungi mata. Semua siap, kami berdiri melingkar, lalu berdoa memohon kelancaran dan keselamatan selama pendakian ke Arcopodo lalu ke Mahameru malam itu.</p>
<p>Jam 00.30 kami berangkat dari Kalimati. Langkah perlahan dengan interval rapat. Dari lapangan Kalimati kami berjalan 20 menit lalu turun semacam aliran sungai yang menjadi jalur lahar saat Semeru meletus. Inilah yang disebut Kalimati, kali (sungai) mati yang tidak ada airnya dan menjadi jalur lahar. Setelah menyeberangi Kalimati, kami mulai masuk hutan cemara. Yup.,kami mulai masuk hutan Arcopodo. Jalur pendakian menuju Arcopodo sempit dan kemiringan tanah sangat curam. Di beberapa titik bahkan ada yang kemiringannya lebih dari 75 drajat. Kami berjalan beriringan dan sering break untuk menghemat tenaga. Di sini udara semakin menipis, napas kami mudah terengah-engah. Mendaki lereng Acopodo butuh kewaspadaan ekstra.,jurang menganga di kanan kiri kita.,jangan sampai lengah atau melamun di sini.,karena keselamatan kita yang menjadi taruhannya.</p>
<p>Menurut cerita penduduk lokal yang kami temui di Ranu Kumbolo, di salah satu lereng Arcopodo ada dua buah arca yang kembar, serupa, (arco=arca, podo=sama). Namun salah satunya ada yang hilang bagian kepalanya. Arca tersebut tidak berada di jalur pendakian, tetapi berada di seberang jurang untuk mencapainya. Ada juga yang bilang.,jika arca itu luar biasa besarnya.,bagi orang yang diberi “penglihatan” dan bisa “melihat”.,katanya tenda-tenda dome pendaki yang nge-camp di Arcopodo jika dilihat dari Kalimati akan tampak berada di telapak tangan sang arca.,hmmm..wallahualam.</p>
<p>Sekitar satu jam berjalan, kami tidak kunjung sampai di titik Arcopodo, kami mulai lelah dan sedikit lengah. Track menanjak, sangat curam, seperti memanjat dinding rasanya. Tiba-tiba teman yang berada paling depan teriak.,STOP!! BUNTU!! Ketika kami arahkan senter ke tempat dia berpijak, ternyata itu adalah bibir jurang.,tidak sampai 3 langkah di depannya.,jurang menganga. Hampir saja. Teman yang berada di paling belakang berinisiatif turun balik, memutar ke jalur sebelumnya, turun ke tepi jurang, dan akhirnya menemukan jalur pendakian selanjutnya. Alhamdulillah.</p>
<p>Kami lanjut berjalan.,semakin perlahan karena lelah mulai menyergap.,dan masih dag dig dug juga.,hampir saja kami salah jalan. Jurang..,hmmm. Beberapa menit berjalan, kami menemukan petak agak lapang, cukup untuk berdiri berlima. (sebelumnya, jalur samasekali tidak bisa digunakan untuk break secara aman, selain karena curam dan sempit, tanahnya labil dan ada di tepi jurang). Ada papan di situ.,dengan tulisan., “KM 16. Beberapa saat lagi anda tiba di ARCOPODO (3600 MDPL). Beristirahatlah sejenak untuk persiapan menuju Puncak Mahameru. Apabila mental dan fisik belum siap maka DILARANG untuk mendaki”. Aha.,semangat kami kembali bangkit. Kami bergegas, ingin segera sampai di Arcopodo.</p>
<p>Namun, saat kami mengayun langkah.,tiba-tiba.,kretekkk.,kretekk.,brull.,teman yang di paling depan menginjak tepi jurang (lagi). Dua kali pendakian kami terhenti karena berhadapan dengan jurang. Hmm.,mungkin peringatan bagi kami.,untuk tetap waspada dan selalu hati-hati. Kami kembali memutar turun untuk mencari jalur yang benar.,dan.,yah.,ketemu. Kami lanjut lagi jalan perlahan. Sekitar 20 menit kemudian pohon cemara mulai jarang, dan tanah berdebu mulai berganti menjadi pasir berbatu.</p>
<p>Jam 02.30 kami sampai di ujung Arcopodo, di batas vegetasi terakhir, tepat sebelum mulai menapak lereng terjal pasir berbatu Mahameru. Tempat ini disebut Kelik.,jembatan batu alami yang menghubungkan sekaligus menjadi batas antara vegetasi terakhir Arcopodo dengan pasir Mahameru. Kami istirahat sejenak,.minum dan sedikit makan.,mengatur nafas,.menghimpun tenaga.,dan menyiapkan mental. Selangkah lagi kami akan menginjak lereng Mahameru.,tertegun kami menatap sosok hitam Mahameru dalam gelap dinihari. Hmmm.,sanggupkah kami mencapai puncak itu.,sepertinya berat.,kataku dalam hati. Bagaimana pun, kami sudah berada di sini, tempat di mana di ujung perjalanan ini mimpi kami gantungkan. Mahameru,.tunggu kami di sana…</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iv-habis/"><em><strong><span style="color: #ff0000;">(bersambung : MAHAHERU, SUMMIT ATTACK!!!!!!)</span></strong></em></a></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iii/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Mahameru Bagian IV (Habis)</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iv-habis/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iv-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 04:47:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[5cm Legacy]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm legacy]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm the movie]]></category>
		<category><![CDATA[adhi kurniawan]]></category>
		<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[donny dhirgantoro]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mahameru]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Adhi Kurniawan
MAHAMERU, SUMMIT ATTACK !!!
Lanjutan : Hari Keempat, Minggu 27 September 2009, Arcopodo 02.30
Inilah saat di mana tekad mengeras menjadi batu. Kami arahkan senter ke atas, sebatas pandangan yang terlihat hanya pasir dan batu. Samasekali tidak terlihat siluet Puncak Mahameru, hanya tampak lereng terjal tak berujung. Kami saling menatap dalam kebisuan, melingkar, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Adhi Kurniawan</p>
<p>MAHAMERU, SUMMIT ATTACK !!!</p>
<p>Lanjutan : Hari Keempat, Minggu 27 September 2009, Arcopodo 02.30</p>
<p>Inilah saat di mana tekad mengeras menjadi batu. Kami arahkan senter ke atas, sebatas pandangan yang terlihat hanya pasir dan batu. Samasekali tidak terlihat siluet Puncak Mahameru, hanya tampak lereng terjal tak berujung. Kami saling menatap dalam kebisuan, melingkar, lalu berdoa. Doa terakhir sebelum kami memulai bertaruh dengan nasib. Aku tak sanggup lagi mengucapkan doa, aku hanya bisa memohon dalam hati, semoga pendakian ini lancar, kami diberi kemudahan, kekuatan .,dan.,keselamatan.</p>
<p>BISMILLAH.,kami mulai menapakkan kaki di pasir. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah.,pada langkah keempat.,sruuuttttt.,pasir longsor. Kami kembali ke langkah ke dua. Tiga puluh menit awal kejadian seperti ini terus berlanjut. Kami belum mencapai ketinggian yang berarti. Break sebentar, tetap dalam keadaan berdiri karena sudah tidak memungkinkan untuk break dalam keadaan duduk berdekatan. Saat mengecek persediaan air, ternyata kami melakukan kesalahan fatal. Dari 3 botol ukuran 1,5 L yang kami bawa dari Kalimati, hanya satu botol yang terisis penuh, sementara 2 botol lainnya hanya terisi kurang dari setengah. Air di botol kecil yang masing-masing kami bawa sudah menipis, pendakian di Arcopodo telah menguras air kami. Air tersisa kurang dari 3 L, untuk 5 orang. Puncak Mahameru masih jauh tak terlihat di atas sana, sedangkan persediaan air kami taruh di Kalimati.</p>
<p>Dalam keadaan mulai was-was, kami lanjut. Track semakin tak bersahabat. Jalur selebar kurang dari 1m. Persis di kiri kami ada jurang jalur lahar, di sebelah kanan batu-batu besar berserakan. Kami mulai kewalahan, sulit rasanya menjaga keseimbangan tubuh jika tangan memegang senter dan tongkat, tapi tak ada pilihan lain, senter dan tongkat mutlak diperlukan. Jalur pasir lereng Mahameru sangat labil, tiap kita maju tiga atau empat langkah, dua langkah kita merosot lagi. Sejak lahar dingin mengalir beberapa bulan lalu, track pasir menjadi jauh lebih sulit didaki. Ada peringatan : DILARANG MENGINJAK BATU. Memang, akan terasa lebih mantap jika kita jadikan batu-batu menjadi pijakan. Namun, begitu batu itu longsor, nyawa orang yang berada di belakang kita yang menjadi taruhannya. Batu sebesar melon kecil, jika menggelinding dari kemiringan securam ini, kecepatan putarannya minimal dapat membuat patah kaki atau tangan (jika kena kaki atau tangan.,kalau kena kepala? merinding kami membayangkan).</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-245" title="part4image" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image.jpg" alt="" width="520" height="395" /></a></p>
<p>Jam 04.00 langit mulai terang sedikit demi sedikit. Ada garis samar kemerahan di ufuk timur, awan putih segaris di atasnya, dibatasi lereng Mahameru yang masih gelap. Subhanallah&#8230;.</p>
<p><span id="more-244"></span></p>
<p>Bahkan sebelum sampai puncak pun kami sudah diberi pemandangan seindah itu. Namun, lagi-lagi keadaan menghajar semangat kami. Pasir semakin labil, batu semakin sering longsor. Kecepatan langkah kami jauh menurun, semakin lambat dalam mendaki, energi sudah habis rasanya. Inilah kesalahan kedua kami. Seharusnya sebelum mendaki ke puncak, kalori harus terisi penuh, harus makan berat, setidaknya nasi dan nugget atau sosis. Kami sebelum memulai perjalanan ke puncak, hanya makan coklat dan nastar. Tidak imbang antara asupan kalori dengan kalori yang terbuang.</p>
<p>Langit semakin terang, kami rasa sudah tidak mungkin mendapatkan sunrise di puncak. Tak apa lah, yang penting sampai puncak. Ada serombongan pendaki asing, dari Perancis. Langkah mereka pelan namun stabil. Dengan perlengkapan yang memadai dan postur tubuh yang tinggi besar, tampak mantap mereka menaklukan track pasir.</p>
<p>Jam 06.00, sudah benar-benar terang. Interval barisan kami tidak lagi teratur, Herman dan Destiko sudah jauh di depan. Sementara aku, Tono, dan An**a (sori cuy, nama lu gw sensor lagi, ha5) tertinggal di belakang. Makanan dan minuman ada di daypack yang dibawa Herman dan Destiko. Kesalahan ketiga. Seharusnya tiap orang setidaknya membawa persediaan air dan makanan sedikit, untuk antisipasi jika barisan terpencar seperti ini. Tenagaku sudah habis saat itu, aku ingin makan, harus makan. Tapi Destiko dan Herman sudah menjauh, tak mungkin lagi kami menyusul. Beberapa meter di depan kami, rombongan bule Perancis tadi sedang break, foto-foto dengan DSLR, dan, makan wafer Tango!!! Asemmm…dongkol juga. Namun, Alhamdulillah. Ada juga penolong. Seorang pendaki menawarkan sepotong lapis legit, kami bagi 3, lumayan, sekedar penyambung energi.</p>
<p>Dengan sisa-sisa tenaga aku meneruskan mendaki. Beberapa kali ada batu menggelinding dari atas, kami harus sigap menghindar. Beruntung, orang-orang di depan kami selalu teriak “AWAS BATU.,” atau “ROCK”, jadi ada semacam peringatan untuk menghindar. Saat memandang ke atas.,tak kunjung tampak puncaknya.,ternyata kami masih jauh dari puncak. Di sini adrenalin kami dipacu. Batas antara selamat dan celaka (astagfirullah) sangat tipis. Jurang menganga, batu terus menggelinding ke arah kami, pasir sering longsor. Keselamatan diri kita tidak hanya ditentukan oleh kehati-hatian kita, tapi juga kehati-hatian orang di atas kita.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-250" title="part4image2" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image2.jpg" alt="" width="456" height="342" /></a></p>
<p>Jam 07.00, beberapa kali wedhus gembel tampak membumbung, kami harus segera sampai puncak karena semakin siang semakin tidak aman berada di puncak, ada gas belerang. Sinar matahari sudah panas, air menipis. Sekitar 100 meter di depan kami ada semacam tonggak, kami pikir itu tiang triangulasi, penanda puncak ada di situ. Ayo, Dhi.,sedikit lagi. Aku paksakan diriku untuk terus, tak peduli lagi tenaga yang sudah benar-benar habis. Aku maju, berhenti dalam tiap lima langkah, mengambil napas, lalu lanjut. Begitu seterusnya sampai aku mencapai tonggak putih.</p>
<p>Ketika aku sampai di tonggak yang kami kira puncak.,Astagfirullahaladzim.,ternyata itu hanya tonggak penunjuk arah : 200 m lagi puncak! Kami lihat ke atas,.kemiringan semakin tidak masuk akal.,batu-batu luar biasa besar. DI TITIK INI AKU SUDAH TIDAK KUAT LAGI. AKU INGIN MENYERAH. CUKUP BAGIKU. Hal serupa ternyata juga dialami Tono dan An**a, bahkan ada yang hampir menangis. Aku sendiri tidak habis pikir. Kenapa harus sesulit dan seberat ini. Beberapa kali aku mendaki gunung belum pernah aku menyerah ketika akan sampai di puncak seperti ini. Aku berpikir untuk berhenti di sini saja, biarlah keempat temanku yang memuncak, aku tunggu di sini saja.</p>
<p>Lebih dari 15 menit aku duduk. An**a dan Tono sudah mulai jalan. Aku lihat orang-orang yang masih berada jauh di bawah. Tampak sebagian kelelahan,tapi tak sedikit juga yang masih tampak semangat. Tiba-tiba aku ingat IAN, temanku sejak SMA, (nama yang sama dengan salah satu tokoh di 5cm,.entah kebetulan atau tidak). Aku ingat sms-nya yang terakhir sebelum aku berangkat : “Amin. Salam buat Mahameru. Ingin rasanya aku memelukmu kawan. Melepaskan rasa haruku. Sukses bro.,doa kami menyertaimu”. Deg.,aku tertegun. Ian begitu ingin mendaki Semeru, namun tidak bisa ikut karena suatu hal.</p>
<p>Di titik ini fisikku sudah habis. Mentalku sudah runtuh. Yang aku miliki hanyalah harapan, harapan yang semakin lama semakin tipis. Pernah kubaca potongan quote di 5 cm “…lapisan tekad yang seribu kali lebih kuat dari baja.,dan mulut yang tak pernah berhenti berdoa…”. Tiba-tiba 200 meter terasa dekat saja. Untuk sebuah harapan, untuk mereka yang aku sayangi, untuk mereka yang selalu menjadi sahabat-sahabat terbaik. Aku tak peduli lagi dengan sakit di kedua kaki, tak peduli lagi dengan semua. Hanya ada satu yang ada pikiranku saat itu : Mahameru. Aku berdoa.,Ya ALLAH berilah aku kesempatan.,berilah aku kekuatan.,sekali ini saja Ya ALLAH. Setelah itu aku mendaki tidak hanya dengan dua kaki, tapi juga dengan dua tangan dan dagu.</p>
<p>Aku mulai melangkah.,satu.,dua.,tiga.,empat langkah.,lalu merosot.,aku tak peduli.,lanjut terus.,aku tidak mau kalah.,sudah terlanjur sampai di sini. Ada 3 pendaki yang baru saja turun dari puncak.,dia menyemangati.,ayo mas, dikit lagi puncak.,udah pada nungguin tu. Aku hanya bisa tersenyum. Terus.,dan terus kuayunkan langkah. Dua puluh menit aku berjalan. Di depan sudah tidak tampak tumpukan pasir.,hanya sebongkah batu.,lalu langit biru. Aku yakin.,puncak pasti di balik batu itu.,tak terlihat dari bawah karena tertutup batu. Sekitar 25 meter dari tempatku sekarang. Sedikit lagi kataku. Aku terus berjalan.,20 m.,10 m.,batu.,daaaaaaaaaaannnnnnnnnnnn.,aku lihat ujung merah putih berkibar di sebatang tongkat.,aku berjalan di tanjakan terakhir.,aku sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi.,</p>
<p>Akhirnya.,kulihat hamparan pasir luas itu.,hamparan yang hanya dibatasi langit dan awan di sekelilingnya. Hamparan pasir yang ada merah putih berkibar di situ. Hamparan pasir tempat di mana orang-orang menaruh mimpi mereka. Ya, MAHAMERU. Minggu, 27 September 2009, jam 08.00 aku berhasil mencapai Puncak Mahameru. ALLAH menjawab doaku.,untuk bisa berdiri di tempat tertinggi di tanah Jawa. ALHAMDULILLAH ya Robb.,aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.</p>
<p>Lalu aku berjalan mendekat ke teman-teman yang sudah sampai beberapa waktu sebelumnya.,Herman, Destiko, Tono, Angga (oke cuy.,karena udah nyampe puncak, nama lu gak gw sensor lagi.,ha5). Kami saling bersalaman.,bahwa perjuangan kami berakhir manis. Kami berlima baru kenal di jeep saat menuju Ranupane dari Tumpang,.tapi di sini kami dipersatukan oleh harapan dan tekad tak kenal lelah untuk Mahameru (thanks bro for this story). Kami segera foto-foto, sedikit tergesa karena jam 09.00 kami harus turun dari puncak.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-253" title="part4image3" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image3.jpg" alt="" width="459" height="344" /></a></p>
<p>Pemandangan yang aku lihat sungguh luar biasa.,jauh di sebelah utara terlihat tipis garis pantai utara Jawa.,jauh di sebelah selatan terlihat tipis garis pantai selatan Jawa.,dari Mahameru kami bisa melihat ujung utara dan selatan Pulau Jawa.,tampak asap membumbung dari kawah Bromo.,tampak puncak-puncak Arjuna,.Argopuro.,SUBHANALLAH.,kita harus bersyukur bahwa ALLAH menciptakan alam seindah ini di negeri kita tercinta.</p>
<p>Mahameru adalah tanah lapang luas berpasir dan berbatu, dengan kawah jonggring saloka di salah satu ujungnya. Mahameru berada pada ketinggian 3676 mdpl, tertinggi di jawa. Tampak bendera-bendera di pasang di beberapa tempat.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image6.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-254" title="part4image6" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image6.jpg" alt="" width="456" height="342" /></a></p>
<p>Semakin beringas saja kami berfoto.,jepret sana.,jepret sini.,kami tidak ingin kehilangan momen.,he3.,kami pasang merah putih di tongkat.,aku pasangkan dengan syal Jaga Bhumi.,sayang tidak ada bendera Ikasa.,jika ada pasti akan kami kibarkan di sini.</p>
<p>Tiba-tiba terdengar suara kretekk.,kretekk.,sedikit ada getaran.,lalu.,whussssss.,keluarlah wedhus gembel dari kawah Jonggring Saloka.,putih.,membentuk cendawan.,semakin ke atas.,semakin tinggi.,lalu meluas seperti awan. Sebelum jam 10.00, angin akan mengarahkan asap wedhus gembel ke arah Lumajang.,menjauhi jalur pendakian. Namun lebih dari itu, angin berhembus ke arah sebaliknya.,ke arah pendaki. Oleh karena itu, setelah jam 10.00 sangat berbahaya untuk berada di Mahameru.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-255" title="part4image4" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image4.jpg" alt="" width="456" height="342" /></a></p>
<p>Di salah satu tempat di Mahameru, ada monumen untuk mengenang Soe Hok Gie dan Idhan Lubis (Mapala UI).,mereka adalah korban meninggal yang tercatat pertama kali.,16 Desember 1969.,ada tulisan di situ : “Yang mencintai udara jernih. Yang mencintai terbang burung-burung. Yang mencintai keleluasaan dan kebebasan. Yang mencintai bumi. Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung. Mereka tengadah dan berkata, ke sanalah Soe Hok Gie dan Idhan Lubis pergi. Kembali ke pangkuan bintang-bintang. Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi. Sementara saputangan menahan tangis. Sementara Desember menabur gerimis”. Tak lupa kami mendoakan mereka yang telah meninggal di Mahameru. Semoga semangat mereka selalu hidup di hati orang-orang yang mereka cintai, selalu hidup di hati orang-orang yang tak pernah menyerah.</p>
<p>“Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Yang kedua dilahirkan tetapi mati muda dan yang tersial adalah yang berumur tua. Berbahagialah mereka yang mati muda. Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaanmu (Soe Hok Gie)”.</p>
<p>Selanjutnya kami berdiri melingkar.,berdoa dan mengucap syukur.,betapa luar biasa anugerah ALLAH kepada kami.,atas kesempatan ini. Jam 09.00 kami turun dari Mahameru. Mimpi telah kami gapai, harapan telah kami bayar lunas, dan tekad telah berbuah manis. Tak henti-hentinya kami bersyukur atas kesempatan ini. Mahameru telah memberikan banyak hal.</p>
<p>Aku mengerti sekarang.,bahwa mendaki gunung sesungguhnya bukanlah untuk menaklukan puncaknya.,tetapi untuk menaklukan diri kita sendiri.,agar jangan menyerah oleh hati yang lemah.,tekad yang setengah-setengah.,dan mimpi yang tak tentu arah. Satu kata : ISTIQOMAH. Aku telah memasang Mahameru 5cm di depan dahi, dan sekarang aku telah mencapainya. Harus kita kejar dan kita perjuangkan mimpi-mimpi kita lainnya. Mimpi-mimpi untuk mencapai sesuatu yang lebih baik.</p>
<p><a href="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-256" title="part4image5" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/part4image5.jpg" alt="" width="456" height="342" /></a></p>
<p>Aku persembahkan Mahameru untuk orang-orang yang aku sayangi dan aku cintai. Untuk mereka.,untuk dia.,yang lembut hatinya.</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iv-habis/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2009/12/catatan-perjalanan-mahameru-bagian-iv-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 cm Comic Competition</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2009/10/5-cm-comic-competition/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2009/10/5-cm-comic-competition/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 05:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm]]></category>
		<category><![CDATA[5cm the movie]]></category>
		<category><![CDATA[donny dhirgantoro]]></category>
		<category><![CDATA[grasindo]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[komik indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[
Syarat dan Ketentuan lomba  bisa dibaca disini
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-large wp-image-230" title="cover" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/10/cover-507x1024.jpg" alt="cover" width="507" height="1024" /></p>
<p><span style="color: #3366ff;">Syarat dan Ketentuan lomba  bisa dibaca</span><span style="color: #ff0000;"> <span style="color: #ff0000;"><a href="http://www.facebook.com/donny.dhirgantoro.5cm?ref=name#/photo.php?pid=30356307&amp;id=1107797401">disini</a></span></span></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/10/5-cm-comic-competition/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2009/10/5-cm-comic-competition/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 cm&#8217;s Exclusive Merchandise</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2009/08/5-cms-exclusive-merchandise/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2009/08/5-cms-exclusive-merchandise/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 18:09:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 cm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[
Get 5 cm&#8217;s Exclusive Merchandise
1. 5 cm&#8217;s Exclusive T- Shirt

Bahan : Cotton Combat 20s ( Kualitas I)
Warna : Hitam
Desain: Cover Novel 5 cm.

Dapatkan disini
Thanks, Friends&#8230;
Regards,
Donny Dhirgantoro
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-219 alignleft" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/08/label.jpg" alt="" width="416" height="131" /></p>
<p>Get 5 cm&#8217;s Exclusive Merchandise</p>
<p>1. 5 cm&#8217;s Exclusive T- Shirt<br />
<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-220" title="t shirt 5cm" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/08/t-shirt-5cm-150x150.jpg" alt="t shirt 5cm" width="141" height="144" /></p>
<p>Bahan : Cotton Combat 20s ( Kualitas I)<br />
Warna : Hitam<br />
Desain: Cover Novel 5 cm.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-223" title="Copy of Tshirt2 white" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/08/Copy-of-Tshirt2-white-300x231.jpg" alt="Copy of Tshirt2 white" width="300" height="231" /></p>
<p>Dapatkan <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=239808125231" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">disini</span></a></p>
<p>Thanks, Friends&#8230;</p>
<p>Regards,</p>
<p>Donny Dhirgantoro</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/08/5-cms-exclusive-merchandise/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2009/08/5-cms-exclusive-merchandise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>One Day in Your Life</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/one-day-in-your-life/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/one-day-in-your-life/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 07:44:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legacy]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm legacy]]></category>
		<category><![CDATA[donny dhirgantoro]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[one day in your life]]></category>
		<category><![CDATA[the king of pop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[when you find that you always longing...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-212" title="jackson5" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/jackson5.jpg" alt="jackson5" width="326" height="302" /></p>
<p><em>One day in your life&#8230;<br />
You&#8217;ll remember a place<br />
Someone touching your face&#8230;<br />
You&#8217;ll come back and you&#8217;ll look around YOU</em></p>
<p><em>One day in your life&#8230;<br />
You&#8217;ll remember the love you found here<br />
You&#8217;ll remember me somehow<br />
Though you don&#8217;t need me now&#8230;<br />
I will stay in your heart&#8230;<br />
And when things fall apart<br />
You&#8217;ll remember one day . . .</em></p>
<p><span id="more-211"></span></p>
<p><em>One day in your life<br />
When you find that you&#8217;re always waiting&#8230;<br />
For a love we used to share<br />
Just call my name, and I&#8217;ll be there&#8230;</em></p>
<p><em>You&#8217;ll remember me somehow<br />
Though you don&#8217;t need me now&#8230;<br />
I will stay in your heart&#8230;<br />
And when things fall apart<br />
You&#8217;ll remember one day . . .</em></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-213" title="michael_jackson-kid" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/michael_jackson-kid.jpg" alt="michael_jackson-kid" width="300" height="225" /></em></p>
<p><em>One day in your life<br />
When you find that you&#8217;re always longing&#8230;<br />
For a love we used to share<br />
Just call my name, and I&#8217;ll be there&#8230;</em></p>
<p><em>(One Day in Your Life, Michael Jackson, Single, Motown ,1981 )</em></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/one-day-in-your-life/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/one-day-in-your-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Goodbye Michael &#8230; This World Welcoming your HIStory&#8230;</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/goodbye-michael-this-world-welcoming-your-history/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/goodbye-michael-this-world-welcoming-your-history/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 03:05:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legacy]]></category>
		<category><![CDATA[5 cm]]></category>
		<category><![CDATA[histrory]]></category>
		<category><![CDATA[man in the mirror]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[the king of pop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Man in the Mirror]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-199" title="michael-kid" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/michael-kid.jpg" alt="michael-kid" width="350" height="258" /></p>
<p><em>&#8220;I&#8217;m starting  with the man in the mirror, I&#8217;m asking him to change his ways, but no message could&#8217;ve been any clearer, if you wanna make the world a better place, take a  look at your face and make a change&#8230;&#8221;</em> ( Man In the Mirror &#8211; Bad, 1988)</p>
<p><strong>Michael Joseph Jackson</strong> <em>August 29, 1958 – June 25, 2009</em></p>
<p>Michael Jackson dikabarkan meninggal pada Kamis 26 Juni 2009 pukul 12.30 waktu amerika ( 02.30 WIB) setelah mengalami cardial arrest. Michael meninggal pada usia 50 tahun.</p>
<p><span id="more-198"></span></p>
<p>Uri Geller, sahabat dekat Michael Jackson mengatakan, &#8220;Jacko meningal dalam keadaan kesepian dan merindukan kecintaan fans padanya,&#8221; (The Sun, 26 Juni 2009)</p>
<p>Dibalik segala kontroversi dibelakangnya, dunia telah kehilangan sebuah jiwa yang menyuarakan perdamaian dan kehidupan yang lebih baik untuk seluruh umat manusia.</p>
<p>Semoga setiap kita melihat ketidakadilan di dunia ini kita akan selalu mengingat semangatnya untuk membuat dunia ini lebih baik lagi.</p>
<p>dan seperti penggalan lirik diatas.</p>
<blockquote><p><em>&#8220;&#8230;if you wanna make the world a better place, take a  look at your face and make that change&#8230;&#8221;</em></p></blockquote>
<p><em>Goodbye Michael,</em> <em></em></p>
<p><em>This world welcomes  your HIStory<br />
</em></p>
<p><em>..and your LEGACY&#8230;.</em></p>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-200" title="jackson-f" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/jackson-f.jpg" alt="jackson-f" width="374" height="300" /><br />
</em></p>
<p><em>Any HIStory with Michael Jackson,  Friends?<br />
</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<blockquote><p><em><br />
</em></p></blockquote>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/goodbye-michael-this-world-welcoming-your-history/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/goodbye-michael-this-world-welcoming-your-history/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8230;My Top 10 Fav Movie, Continue&#8230;</title>
		<link>http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/my-top-10-fav-movie-5-to-1/</link>
		<comments>http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/my-top-10-fav-movie-5-to-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 15:43:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>5cm-legacy</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[5cm the movie]]></category>
		<category><![CDATA[donny dhirgantoro]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[skenario]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://5cm-legacy.com/blog/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Friends&#8230;This is my Top 10 Favorite Movies&#8230; What do you think?
10. THE DEER HUNTER (1978)


Cast: Robert De Niro, Christopher Walken, Meryl Streep, John Savage, John Cazale, George Dzundza, and Chuck Aspegren.
Writer:Michael Cimino,  Derrick Washburn
Director : Michael Cimino
Why? : So Damn Emotional, A couple of  young  Russian fight for the U.S  in the Vietnam war? Get [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #993300;">Friends&#8230;This is my Top 10 Favorite Movies&#8230; What do you think?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993300;"><strong>10. THE DEER HUNTER </strong></span>(1978)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-126" title="200px-the_deer_hunter_poster" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/200px-the_deer_hunter_poster-196x300.jpg" alt="200px-the_deer_hunter_poster" width="196" height="300" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast:</strong> Robert De Niro<strong>, </strong>Christopher Walken, Meryl Streep, John Savage, John Cazale, George Dzundza, and Chuck Aspegren.</li>
<li><strong>Writer:</strong>Michael Cimino,  Derrick Washburn</li>
<li><strong>Director :</strong> Michael Cimino</li>
<li><strong>Why? : </strong><em>So Damn Emotiona</em>l, A couple of  young  Russian fight for the U.S  in the Vietnam war? Get caught and kill by the Russian  Roulette human  games. One hell of a Plot!</li>
<li><strong>Knock Out Scene</strong> :  A &#8220;friendship&#8221; masturbation before the Russian roulette.</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong> <em>&#8220;You wanna play games, I&#8217;ll play your fucking games!&#8221;</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #993300;">9.  300</span> </strong>(2007)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-131" title="300posterbox" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/300posterbox-202x300.jpg" alt="300posterbox" width="202" height="300" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast :</strong> Gerard Butler,  Lena Headey,   David Wenham.</li>
<li><strong>Writer:</strong> Zack Snyder, Kurt Johnstad, Michael Gordon</li>
<li><strong>Director :</strong> Zack Snyder</li>
<li><strong>Why? : </strong><em>Simple</em><strong>, </strong>Man gotta do what Man gotta Do&#8230;!</li>
<li><strong>Knock Out   Scene</strong> : Bloody Battle with Heavy Metal Distortion.</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong> <em>&#8220;Immortals&#8230; we put their name to the test&#8230;!</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #993300;">8.  THE DARK KNIGHT</span> </strong>(2008)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-132" title="200px-dark_knight" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/200px-dark_knight.jpg" alt="The dark Night" width="200" height="297" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast :</strong> Christian Bale,  Heath Ledger,  Morgan Freman,  Gary Oldman, Aaron Eckhart</li>
<li><strong>Writer:</strong> Christopher Nolan &amp; Jonathan Nolan</li>
<li><strong>Director :</strong> Christopher Nolan</li>
<li><strong>Why? : </strong>Makes you wanna burn all your superhero  story.</li>
<li><strong>Knock Out  Scene</strong> :  Two Dynamite, Two Ferries,  sometimes before  midnight&#8230;</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong> <em>&#8220;You see, I&#8217;m not a monster. I&#8217;m just ahead of the curve&#8230;&#8221; ( Joker)<br />
</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993300;"><strong>7. THE SILENCE OF THE LAMBS </strong></span>(1991)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-133" title="215px-the_silence_of_the_lambs_poster" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/215px-the_silence_of_the_lambs_poster.jpg" alt="215px-the_silence_of_the_lambs_poster" width="215" height="323" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast :</strong> Jodie Foster,  Anthony Hopkins, Ted Levine, Scott Glen</li>
<li><strong>Writer:</strong> Thomas Harris, (Screenplay),  Ted Tally ( Novel)</li>
<li><strong>Director :</strong> Jonathan Demme</li>
<li><strong>Why? : </strong>Quid pro quo,  One of the Greatest  fleshy thriller?&#8230; your turn&#8230;!</li>
<li><strong>Knock Out  Scene</strong> : Dr Hannibal Runaway as  Sgt. Pembry.</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong> <em>&#8220;Good Evening Clarice&#8230;&#8221;</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993300;"><strong>6.</strong><strong>THE SHAWSHANK REDEMPTION</strong></span> (1994)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-134" title="shawshankredemptionmovieposter" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/shawshankredemptionmovieposter.jpg" alt="shawshankredemptionmovieposter" width="242" height="350" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast :</strong> Tim Robbins, Morgan Freeman, Bob Gunton</li>
<li><strong>Writer:</strong> Frank Darabont (Screenplay), Stephen King  ( Short Story)</li>
<li><strong>Director :</strong> Frank Darabont</li>
<li><strong>Why? : </strong>A Kick Ass Escape Story&#8230;  Who&#8217;s the savior? The hammer or The Bible..? you guess&#8230;</li>
<li><strong>Knock Out  Scene</strong> : Finally&#8230; it&#8217;s  &#8220;behind&#8221;  Rita Hayworth</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong><em> &#8220;I believe in two things &#8211; discipline and the Bible. Here you&#8217;ll receive both. Put your trust in the Lord. The rest belongs to me. Welcome to Shawshank.&#8221;</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993300;"><strong>5. FINDING NEMO </strong></span>(2003)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-179" title="200px-nemo-poster2" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/200px-nemo-poster2.jpg" alt="200px-nemo-poster2" width="200" height="270" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast :</strong> Alexander Gould (Nemo), Albert Brooks (Marlin), Ellen DeGeneres (Dory)</li>
<li><strong>Writer:</strong> Andrew Stanton, (Story  &amp; Screenplay)</li>
<li><strong>Director :</strong> Andrew Stanton</li>
<li><strong>Why? : </strong>What a movie, Incredible story, amazing twist and stuff, punchy Line and dialog, magnificent hip in every scene. Inspiring me what a father&#8230; and what a son you have.. <img src='http://5cm-legacy.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Knock Out  Scene</strong> : Nemo touches  a boat butt</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong> <em>&#8220;That&#8217;s a funny thing to promise. If nothing ever happens to him, then nothing will ever happen to him.&#8221; </em></li>
<p><em><br />
</em></ul>
<p><span id="more-180"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993300;"><strong>4. JERRY MAGUIRE </strong></span>(1996)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-182" title="200px-jerry_maguire_movie_poster1" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/200px-jerry_maguire_movie_poster1.jpg" alt="200px-jerry_maguire_movie_poster1" width="200" height="297" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast :</strong> Tom Cruise, Renee Zellweger, Cuba Gooding Jr, Jonathan Lipnicky</li>
<li><strong>Writer:</strong> Cameron Crowe</li>
<li><strong>Director :</strong> Cameron Crowe</li>
<li><strong>Why? :</strong> it had me at Hello, sport romantic drama comedy,  what more can you ask?</li>
<li><strong>Knock Out  Scene</strong> : Jerry and Dorothy  first date with Bruce Springsteen&#8217;s secret garden in the air.</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong> <em>&#8220;I love him! I love him for the man he wants to be. And I love him for the man he almost is.&#8221; ( Dorothy Boyd for Jerry Maguire)</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993300;"><strong>3. CASABLANCA </strong></span>(1942)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-185" title="225px-casablanca_original_film_poster" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/225px-casablanca_original_film_poster.jpg" alt="225px-casablanca_original_film_poster" width="225" height="332" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast :</strong> Humphrey Bogart, Ingrid Bergman,  Paul Heinreid, Claude Raines</li>
<li><strong>Writer:</strong> Julius J. Epstein &amp; Philip G. Epstein (Screenplay)</li>
<li><strong>Director :</strong> Michael Curtis</li>
<li><strong>Why? :</strong> Magnificent Screenplay, every dialog is a poetry,  The actors never knew the ending. The director keep the ending untill the last scene to keep the emotion runnin&#8217; high&#8230;.. and trully&#8230; it is a really  beautiful   ending..</li>
<li><strong>Knock Out  Scene</strong> : Ilsa enter the Rick&#8217;s Cafe&#8230; (*lost word*)</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong> <em>&#8220;Play it Sam,&#8230; Play as time goes by&#8230;&#8221;<br />
</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p><span style="color: #993300;"><strong>2. THE GODFATHER part I </strong></span>(1972)</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-186" title="the-gf" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/the-gf-211x300.jpg" alt="the-gf" width="211" height="300" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast :</strong> Marlon Brando, Al Pacino,  Diane Keaton , Robert Duvall, James Caan</li>
<li><strong>Writer:</strong> Mario Puzo (Novel &amp; Screenplay) Francis Ford Coppola (Screenplay)</li>
<li><strong>Director :</strong> Francis Ford Coppola.</li>
<li><strong>Why? :</strong> Every man should watch this movie,  its against your value, but this movie tells me anything about  family,  life and what behinds it;  it&#8217;s about choice and  making a delivery deal with your integrity..it&#8217;s your life.. you choose&#8230;</li>
<li><strong>Knock Out  Scene</strong> : Fascinating word  come out from Michael Corleone about  his plan to kill Mc Cluskey..</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong> &#8220;Good. Because a man who doesn&#8217;t spend time with his family can never be a real man.&#8221;</li>
</ul>
<p><span style="color: #993300;"><strong>1. GOOD WILL HUNTING </strong></span>(1997)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-187" title="200px-good_will_h" src="http://5cm-legacy.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/200px-good_will_h.jpg" alt="200px-good_will_h" width="200" height="293" /></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Cast :</strong> Matt Damon, Robin Williams, Ben Affleck, Minnie Driver</li>
<li><strong>Writer:</strong> Matt Damon, Ben Affleck</li>
<li><strong>Director :</strong> Gus Van Sant</li>
<li><strong>Why? :</strong> Original story, one in a million. The story came from Damon and Affleck who doesn&#8217;t know anything about scriptwriting experience, but they made it.  Finally the story tells about the dream it self; and  I  believe in that,&#8230; <em>that   Anyone can write.. .that anyone can make one hell of a story whoever you are&#8230;</em></li>
<li><strong>Knock Out  Scene</strong> :   Conversation in the park,  your move chief!</li>
<li><strong>Fav. Quote :</strong> <em>&#8220;Look, you&#8217;re my best friend, so don&#8217;t take this the wrong way but, in 20 years if you&#8217;re still livin&#8217; here, comin&#8217; over to my house, watchin&#8217; the Patriots games, workin&#8217; construction, I&#8217;ll fuckin&#8217; kill ya. That&#8217;s not a threat, that&#8217;s a fact, I&#8217;ll fuckin&#8217; kill ya.</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/my-top-10-fav-movie-5-to-1/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://5cm-legacy.com/blog/2009/06/my-top-10-fav-movie-5-to-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
