5cm-legacy, 24 Desember 2009 jam 13:12 wib

Catatan Perjalanan Mahameru

Dear Dreamers,

Ini adalah catatan perjalanan dari sahabat 5cm, bernama Adhi Kurniawan seorang Mahasiswa STAN, yang baru saja mendaki Mahameru pada September 2009.

Adhi menamakan catatan perjalanannya, catatan seorang biasa. Bagi saya ini catatan perjalanan yang  luar biasa. Terima kasih untuk Adhi yang telah berbagi pengalamannnya disini. Enjoy it… its Fantastic!

CATATAN PERJALANAN MAHAMERU BAGIAN I

Oleh : Adhi Kurniawan

MAHAMERU, KAMI DATANG!

Semeru, dengan puncaknya Mahameru 3676 m di atas permukaan laut, terletak di Malang dan Lumajang. Gunung tertinggi yang menjadi atap Pulau Jawa. Gunung yang menjadi impian bagi semua pendaki untuk bisa berdiri di puncaknya, Puncak Mahameru. Gunung yang konon katanya menurut kepercayaan Jawa Kuno, menjadi tempat bersemayam para dewa.

Keinginan mendaki Semeru ada sekitar tahun ke-2 aku menjadi anggota Pamitran Lelana Giri Jaga Bhumi, organisasi pecinta alam di SMA. Memasuki dunia kuliah, keinginan itu terlupakan. Pertengahan tingkat 1, aku pinjam buku dari seorang teman.,yupz.,”5cm” judulnya.,pasti udah banyak yang tahu.,buku luar biasa tentang persahabatan, petualangan, dan impian. Bahwa impian itu tidak berada jauh di atas langit sana.,tapi taruh 5cm di depan dahi.,agar kita bisa terus ingat dan terpacu untuk mewujudkan impian itu. Donny Dhirgantoro emang yoi! (mas qika dan dia yang hampir lembut hatinnya-nya mas qika jg.,he3)

Sejak membaca 5cm, tercatat 3 kali rencana pendakian ke Semeru gagal.

Terhambat masalah status siaga Semeru,persiapan teknis, maupun jumlah personil. Liburan Idul Fitri kemarin merupakan rencana ke 4 kalinya. Semua sudah fixed, kami berencana berangkat 6 orang. Namun, 2 minggu menjelang keberangkatan, 4 orang teman kami menyatakan berhalangan. Tinggal 2 orang tersisa. Aku dan Destiko. Berat juga, tetapi kami memutuskan untuk lanjut. Bukan bermaksud nekad atau sok berani,tetapi demi sebuah tekad dan niat dari awal, bahwa Semeru harus kami daki. Untuk menemukan pengalaman menakjubkan di atas sana. Satu lagi. Sebagai bukti eksistensi PLG Jaga Bhumi.,keluarga yang mengajarkan kami tentang solidaritas, kerja keras, loyalitas, dan rasa cinta kepada alam. Kami mendengar bahwa Jaga Bhumi akan divakumkan oleh pihak sekolah. Sebagai bukti bahwa Jaga Bhumi tidak akan pernah mati, selama bumi masih perlu kita jaga.

Hari Pertama
Kamis, 24 September 2009. Awal perjalanan kami. Berangkat dari Ambarawa jam 18.30, diantar Icang, Icha, Meytha. Sunggguh, sebuah kebersamaan yang memberi semangat tersendiri. Sampai di Poncol jam 20.00, beli tiket KA Matarmaja 28rb, dapat tiket berdiri.,gak masalah.,yang penting sampai Malang. Karena kereta baru berangkat jam 01.00, kami memutuskan untuk keliling Semarang dulu.,foto2 di Simpanglima dan Lawangsewu.,

Matarmaja (singkatan Malang-Blitar-Madiun-Jakarta) tiba di Poncol jam 01.00.,wow.,penuh berjubel!! Sama sekali tidak ada tempat di dalam gerbong. Apalagi tas carrier kami besar. Kami semula mengira penumpang ke arah Malang tidak begitu padat karena seharusnya arus balik menuju Jakarta. Kami akhirnya berdiri di depan toilet.,tepat di samping pintu gerbong.,berbahaya.,tapi tidak ada pilihan lain. Semarang-Malang kami tempuh dalam keadaan seperti itu.

Hari Kedua
Jumat, 25 September 2009. Kereta berhenti sebentar di Jebres, Solo lalu lanjut lagi sampai di Madiun sekitar jam 05.00, lanjut ke Blitar, sampai di Stasiun Malang jam 11.30. Lelah, panas, lapar. Kami ‑­
memutuskan untuk langsung ke Terminal Arjosari (naik angkot AMG, 2500) lalu lanjut ke Terminal Tumpang (angkot TA, 7rb). Tumpang adalah checkpoint awal sebelum naik ke Ranupane. Kami solat Jumat di mesjid Tumpang, sekaligus memohon kemudahan, kelancaran, dan keselamatan dalam pendakian. Lalu makan siang sebentar (2 mangkok soto+2 teh manis+4 mangkok es buah hanya seharga 18rb.,wuihhhh.,mak nyuz!). Jam 14.00 kami berangkat ke Ranupane naik jip yang berisi 16 orang.,di jip inilah kami bertemu rekan seperjuangan yang selanjutnya menjadi satu tim (Angga, Herman, Tono).

Kami berhenti di posko Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk mengurus perizinan. Di sana kami juga harus menandatangani surat pernyataan bermaterai yang isinya pendakian hanya diizinkan sampai Kalimati dan apabila melanjutkan ke Arcopodo dan Puncak Mahameru, pihak TNBTS tidak menanggung resiko apabila terjadi kecelakaan. Bagaimanapun, resiko pasti ada dan harus dihadapi. Kami kembali meluruskan niat dan membulatkan tekad.

Kami sampai di Ranupani jam 17.00, mengurus surat perizinan (lagi). Perizinan di Semeru memang cukup ketat dan biayanya juga lumayan mahal dibandingkan dengan gunung lain. Dibandingkan dengan gunung-gunung lain yang pernah aku daki, basecamp Semeru adalah yang terbaik, baik dari fasilitas maupun kelengkapan lain. Ada parabola, pemancar radio, PC, bahkan layar monitor plasma LCD 22 inch. Mantap!! Jadi malam sebelum tidur, ada teman kami yang sempat nonton bioskop TransTV. Di gunung. Yeah. Wajar, karena Semeru masuk dalam TNBTS. Jadi ada anggaran dana untuk menyokong.
Evaluasi bagi gunung-gunung di Jawa Tengah (Ungaran, Merbabu, Merapi, Lawu, Sindoro, Sumbing, Slamet) seharusnya lebih memperketat perizinan dan regulasi agar konservasi di gunung bisa terjaga.

Untuk perizinan, hampir mencapai 20rb. Awalnya kami berlima berniat langsung memulai pendakian malam itu juga hingga ke Ranu Kumbolo. Tapi petugas menyarankan agar pendakian ditunda, karena medan di malam hari kurang bersahabat, jalur pendakian sulit dikenali dan cuaca juga sangat dingin. Kami patuh. Lalu kami mencari lokasi bermalam. Dapat tempat di pondok pendaki di tepi Ranu Regulo. Ranu Regulo adalah danau persis di samping danau Ranupane.

Di pondok kami menggelar matras, menyiapkan SB dan baju hangat, serta memasak ala kadarnya. Sariwangi + susu bendera + coklat batangan. Cukup menghangatkanar dan memberi energi secukupnya. Kami pun berangkat tidur sekitar pukul 20.00. Aku memakai kaos dobel dan jaket dobel, kaos kaki, sarung tangan, balaclava, masker. Awalnya dinginnya terasa wajar (kami lihat suhu terakhir di basecamp adalah 17 drajat C). Namun, semakin malam dingin semakin tak wajar. Secara tak sadar aku menggigil keras. Sukar ditahan. Saat itu sekitar jam 02.00. Benar-benar dingin. Aku mencoba tidur lagi, terbangun jam 04.00. Saat itu dingin benar-benar tak tertahankan lagi. Aku memilih tidak tidur lagi, karena lebih baik menahan dingin dalam keadaan terjaga daripada dalam keadaan tertidur.

Jam 05.00 langit mulai terang. Ketika kami keluar, ada kristal-kristal es yang menempel di dedaunan. Di permukaan Ranu Regulo, uap menguar dari permukaan danau seperti asap. Brrrr.,bisa dibayangkan betapa dingin udara saat itu. Jam 06.30 saat mengecek ke posko pendakian, suhunya 9 drajat C. Berarti suhu semalam bisa mencapai 4 drajat C, atau mungkin di bawah itu.

Aku jadi berpikir.,mungkin ini adalah ucapan selamat datang dari Semeru.,sekaligus tantangan.,”apakah kau akan terus berjuang demi mimpi dan tekadmu, anak muda?”.,memastikan bahwa kami siap untuk petualangan-petualangan selanjutnya.,dan aku jawab dalam hati.,”YA.,demi sebuah mimpi, harapan, dan hati”

(bersambung : Kaki yang Melangkah Lebih Jauh, Tangan yang Berbuat Lebih Banyak, Mencapai Ranu Kumbolo, Menggapai Kalimati)

Get a Trackback link

32 komentar

  1. depri, 24 Des 2009:

    pengen banget!!
    pengen bisa nyusul buat nyentuh puncak mahameru!!
    keep dreaming!!

  2. Mahadian, 24 Des 2009:

    sebegitu dahsyat perasaan orang2 yg udah bisa mencapai puncak mahameru.
    pantes adeknya ibuku bangga banget waktu bisa sampai puncaknya. sayang aku ga pernah dapet izin ayah buat ikut pendakian.
    you rock guys!

  3. oemar, 24 Des 2009:

    kok udahan,, lanjutin dong,, lanjutin,,

  4. ian, 25 Des 2009:

    andai aku jadi kesana mendampingimu, boi…
    hagaghaga…
    Sukses untukmu selalu,Dhi…

  5. indah faruk, 25 Des 2009:

    ::
    beruntunya yang bisa kesana…
    andai bisa ikutan ^^
    tapi kapan yak?

  6. lele, 25 Des 2009:

    ahh saya dari dulu pengen berdiri di sana. di puncak para dewa

  7. iyan takeru dimitri, 26 Des 2009:

    wah keren bgt puncak mahameru..
    udah saya buktikan di puncak mahameru memberikan kedamaian bg pendaki

  8. adhi kurniawan, 03 Jan 2010:

    makasih bang donny.,udah nge-post tulisan ini.,he3

    buat temen2.,sayang nih.,sampai maret 2010 semeru ditutup bwt pendakian.,jadi mungkin abis itu lg bisa ke sana.,hikz

  9. lobertus tri suhartono, 07 Jan 2010:

    wah akhirnya di publiskasi jg..jd terharu..thnx bang dony..inisial nm “tono”

  10. cebee, 07 Jan 2010:

    keren.. kerennn sekali di..

    sukses buat tekat dan mimpi kamu ya…
    salam jaga bhumi!

  11. Ramson, 07 Jan 2010:

    Wow… jd penasaran nih ama cerita berikutnya… knp bersambung sih?? ^^
    Btw its a Nice story.. Lanjutkan!!

  12. Sulistiyono, 09 Jan 2010:

    weleh weleh sama mas, jum’at malam harus ngecamp di ranu pane, wktu itu kita tgl 18 Juli 2009. lanjut cerita apa masih sama hehe

  13. ruri, 09 Jan 2010:

    mana lanjutannya nih???
    huhuu.. pengen kesana juga.

  14. abalz, 15 Jan 2010:

    suatu saat nnti kan ku injakan kaki ku di puncak MAHAMERU

  15. eka, 17 Jan 2010:

    menunggu cerita selanjutnya….

  16. tina, 21 Jan 2010:

    pengen baned ngerasain sensasinya…kapan yah bisa kesana…

  17. LoveLy, 27 Jan 2010:

    mantaabbbsss…ditunggu Lanjutannya!! ^^
    btw, peNasaran kLo pas di gunung sHOLatnya pada Dmn??

  18. ranis, 28 Jan 2010:

    keren, musim pendakian taun ini harus kesana!, ada yang mau ikut?

    @ Lovely : sholat mah sholat ajah, yang penting niatnya bener, ai kiblat mah kan bisa diliat dari kompas :D

  19. mya, 29 Jan 2010:

    keren! Luar biasa… q dah berkali-kali baca novelx.. gak pernah bosen.. hingga akhirx q berhasil memiliki novelx..

  20. nuy, 29 Jan 2010:

    keren..
    aku juga dah berkali-kali berencana k mahameru..
    dari semenjak baca novel “5cm” (2005) ampe sekarang..
    wkakaka..

    semoga tuhan mengizinkan rencanaku ini.. untuk menikmati keindahan ciptaannya..
    amin..

  21. tom, 30 Jan 2010:

    aq ga pengen cuman baca cerita ini,suatu saat nanti aq yang akan bercerita disini.

  22. Fie, 30 Jan 2010:

    MAHAMERU..suatu saat akan kuinjakkan kakiku disana!!
    @ ranis : boleh ikut???

  23. ipho ( fathichah), 31 Jan 2010:

    edan keren,,saya jadi bertekad ingin ke mahameru,,,sama temen2 PA yg lainya,,amin..

  24. Andi, 02 Feb 2010:

    great job & congrat sob, blm tentu smua orng bs ngrasain apa yg kalian rasa pas d puncak sana, itulah salah satu rahasia sang pencipta…abis Semeru,Jayawijaya dong…gud luck 2 ya’ll…

  25. lely lee, 05 Feb 2010:

    siip..tul bgt..
    mkir emg baek..pi kbanyakan mikir tanpa aksi ttep gag bkal membawa hasil nyata…

    slut buat kk adhi yg uda brani ngejar mimpinya…

    lanjutkan..ok2 ^^

  26. hOvaH doLpHiniQuE, 05 Feb 2010:

    yanG maU ke maHameRu iKutaN duNk,,,
    aJak aKu..
    tP baGi peMuLa saNgguP ga yah??
    ga aDa pnGaLaMan menDaki gUnunG soaLnya..

  27. Neno Chan, 07 Feb 2010:

    LIke this very much….^^

  28. Sulistiyono Su'i, 12 Feb 2010:

    ayo ayo yg berencana ke mahameru bulan mei, silakan kontak aku yono_ef@yahoo.com kan kita bisa bareng menuju ranu kumbolo ato mendaki pasirnya mahameru…..hehe

  29. Queeningsi, 14 Feb 2010:

    Catatan para pendaki bwt aQ pnsaran pngen jg rasain gmana bangganya bs kepuncak t’tinggi dipulau jawa… Stlah bca 5cm aQ t’ingat 4 shbatku………..Luv U all Best Friends Foreverku…..

  30. Firdaus Hasan, 18 Feb 2010:

    mantabb…nice pict! lanjutkan ‘berpenetrasi’ dengan puncak2 tempat bersemayamnya para begawan2 suci perapal mantera2 pawitra lainnya kawan…
    kerinci sepertinya oke untuk next trip!

  31. dapit, 22 Feb 2010:

    mantab!

    aku punya cerita ke mahameru juga, akhir nov 2009.. tapi malu dishare hehe.. go 5cm!

  32. Setyawan, 23 Feb 2010:

    wah keren . . .

    Mas Donny, saya punya saran gimana kalo novel 5 cm itu dicetak lagi. Kan sekarang udah rada susah nyari tuh novel, jadi bisa dibilang yaa buat anak-anak generasi sekarang yang mungkin belom ngebaca novel ini. Biar mereka tahu betapa indahnya negeri Indonesia ini.

    Hehe . . . Cuma saran doang ko . . .

    Sukses slalu ya mas. Makasih buat novel mas yang bener-bener indah. Hehe . . .

Beri tanggapan?